.

.

.

.

.

.

Wednesday, 15 July 2015

Kegelapan Dunia dan Cara Meneranginya

Sudah pasti, yang namanya gelap bagi kita manusia visual bakalan kesulitan untuk melihat, apalagi beraktifitas dengan baik. Dengan tidak bisa melihat, untuk mengatur keseimbangan badan kita juga akan lebih sulit. Penglihatan dan cahaya adalah hal penting yang membuat manusia dapat melakukan kegiatannya.



Gini... Gelap adalah keadaan tidak adanya cahaya, baik itu cahaya lampu atau pun matahari.Menurut sahabat Abu Bakar As Sidiq di dunia ini ada beberapa macam kegelapan,, kegelapan inilah yang akan membuat kita seperti orang buta tak mengerti arah. Namun kegelapan itu dapat diterangi dengan 4 pelita juga. Seperi ini :

Mencintai Harta Berlebihan

Sekarang siapa sih yang gak butuh uang?? Dari presiden sampai pengamen butuh.
Memang benar, kehidupan sekarang segalanya butuh harta. Kebutuhan pangan, sandang hingga papan memerlukan yang namanya biaya. Titik fokus kita sebagai manusia menjadi kacau tak beraturan, dengan kenyataan segala kebutuhan yang ada. Tapi kalau kita mencintai harta secara berlebihan sejatinya kita berada dalam kegelapan.

Kenapa? Mata kita seakan melihat tapi buta. Apa aaja kalau kita inginkan kita sikat. Gak kelihatan mana teman, mana saudara, mana keluarga,,, nah, yang terjadi saling makan aja demi mendapatkan harta sebanyak-banyaknya. Benarlah kalau harta cenderung membuat lalai.

Kegelisahan gak hanya sampai di situ. Muncul lah rasa was-was yang menggeliat. Bagaimana menjaga harta, bagaimana agar berhemat, bagaimana agar memperbanyak. memperbanyak dan memperbanyak harta.

Dari harta untuk tingkat kebutuhan, malah berubah menjadi hal yang membahayakan. Walau pun lampu neon menyala terang, tapi tetap saja inilah kegelapan di dunia, kita bakalan sulit melihat kecuali jika dengan pelita Takwa.

Sebab itu lah mencintai harta berlebihan adalah kegelapan. Ada cara untuk meneranginya.

Takwa adalah pelita dari kegelapan dunia yang satu ini. Dengan bertakwa dapat memberi kecerahan dari kegelapan mencitai harta. Apa sih Takwa? Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya.


Kalau  menurut surat al Baqarah ayat 3-4:

لَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ   

Artinya: "Yaitu orang yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka."

Di sini sudah di jelaskan, pada hal ghaib kita harus mengimani, seperti malaikat, jin, hari akhir dan sebagainya. Mendirikan shalat juga. Nah di sini mendirikan, bukan sekedar melaksanakan. Jadi jika shalat wajib ada lima, maka harus komplit 5 waktu,juga shalat yang di terapkan dalam kehidupan, artinya shalat ya dalam kelakuannya juga harus berakhlak mulia, percuma kan shalat kalau hobi bohong, begal, maksiat, dll.

Ciri takwa berikutnya adalah menafkahkan sebagian rezeki. Hal ini yang dapat menangkal kita dari rasa sombong dan kikir. Hal ini juga termasuk cara bersyukur yang baik dari rezeki yang dianugerahkan pada kita.

Masih ada lanjutan ayatnya,,

وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ 

Artinya : "dan mereka yang meyakini dengan kitab (al Quran) yang diturunkan kepada mu, dan kitab-kitab yang diturunkan sebelum mu, dan mereka yang meyakini adanya (kehidupan) hari akhir."

Kata meyakini kitab Al Quran tidak hanya sekedar kita yakin bahwa al Quran diturunan pada nabi Muhammad SAW. Melainkan meyakini apa yang terkandung di dalamnya, begitu pun pada kitab-kitab sebelumnya. Al Quran yang sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.

Hari Akhir. Ini lah yang tidak sedikit orang menyepelekan., maksudnya meremahkan seakan merasa masih jauh bahkan saking ekstrimnya menganggap hari kiamat tak akan terjadi. Meyakini bahwa hari akhir pasti tiba adalah merupakan salah satu ciri orang bertakwa, serta hal  ini lah yang membuat manusia yang sadar untuk selalu memperbaiki diri sebelum akhri masa.

Jadi,, untuk menghindari kegelapan mencintai harta dengan bertakwa. Insya Allah hal ini membuat kita tidak terbutakan oleh harta, bahkan membuat kita merasa saling berbagi kepada yang membutuhkan.


Kubur

Kegelapan yang satu ini adalah alam Kubur. Jangan kira alam kubur itu cerah. Meskipun siang hari, atau pun lampu yang menyala tidak akan menerangi alam kubur.


Pelita untuk menerangi kubur adalah dengan kalimat Laailaha illallah. Banyak faedah dengan kalimat ini. Bahkan kunci surga adalah dengan kalimat ini.

“Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan demikian pula yang diucapkan para nabi sebelumku adalah LAA ILAAHA ILLALLAH…” (HR. Tirmidzi)

QS. Muhammad ayat 19, yang artinya: "Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal."

Akhirat

Ini adalah terminal yang bakalan kita tuju. Tapi siapa yang berpikir alam Akhirat itu gak gelap? Sangat gelap men.

Kalau mau meneranginya adalah dengan amal sholeh. Benarlah kalau semua harta benda kita tidak dibawa, hanya amal dan ibadah lah bekal kita nanti. Maka itu lah memperbanyak amal sholeh dapat menerangi kehidupan kita di akhirat.


Shirat

Shirat atau jembatan penyeberangan di atas neraka. Jembatan ini bukan lah seperti jembatan yang luas seperti jembatan Suramadu. Melainkan, sangat sulit. Lebarnya aja selebar rambut yang dipotong tujuh. Gak bakal terbayang betapa tajamnya. Dan ternyata Shirat juga lah gelap. Kegelapan dapat mempersulit manusia untuk menyeberanginya.

Dengan keyakinan dalam beragama Islam lah sebagai penerangnya. Meyakini dengan sepenuh hati, dalam ucapan termasuk dalam pengamalan. Kalau begitu insya Allah akan dimudahkan dalam penyeberangan dengan sangat cepat.

Monday, 13 July 2015

Ada Al-Quran kenapa harus ada Hadis ?





“ Kamu percaya Al-Qur’an ?”

“ Percaya “

“ Percaya kebenaran Al-Quran ?”

“ Percaya “

“ Bukankah Al-Qur’an itu sudah jelas ?”

“ Benar.”

“ Lalu, kenapa harus ada Hadis ? Bukankan Al-Qur’an saja sudah jelas ?”

“ ????????”

Ingat ini pertanyaan menjebak, dari mereka yang masih ragu oleh islam. Salah pengertian dan tafsiran bisa menyesatkan seseorang, membuat iman seseorang menjadi dipertanyakan.

Sebenarnya, kita hanya harus meresapi pertanyaan tersebut.
Pertama, “ Apa sih Al-Quran ?”
 “ Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, lewat perantara malaikat jibril sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.”

 Kedua, “ Apa sih makna Hadis ?”
“ Segala apa yang disandarkan pada diri Rosul, entah itu perbuatan, perkataan, perilaku, atau ketetapan padanya.”

Tau nggak ? Dulu al-quran itu turun bukan langsung “Brek” satu Al-Qur’an utuh yang bisa dibolak-balik seperti sekarang. Jadi, Al-Qur’an itu turun dengan wahyu yang disampaikan allah melalui malaikat jibril sebagai perantara.

Kenapa rasulullah disebut “Umi” artinya tidak bisa baca dan tulis. Nabi kok nggak bisa baca tulis ? Nabi apaan tuh ?.
Karena, itu bukti.
Bukti bahwa Al-Quran itu bukanlah rekayasa, bukan suatu yang ditulis dan diada-ada oleh Rosul. Itu dipertegas dalam wahyu pertama yang diberikan malaikat Jibril pada nabi Muhamad, “ IQRO’ !” bacalah. !. Perintah itu tidak bisa dipenuhi karena Rasulullah memang tidak bisa membaca, hingga akhirnya ia menghafalnya.Dulu Al-Qur'an itu DIHAFAL.

Jadi, bukankah Al-Quran itu sudah barang tentu tercermin pada kelakuan dan tindak-tanduk dalam diri Rasululloh ? karena belia Makshum. Terlindung dari segala dosa.
Jadi, jika al-Qur’an tercermin dari diri Rasul, bukankah hadis itu juga cerminan dari al-Qur’an.
(kembali pada penjelasan diatas)

Anggap saja Al-quran dan hadis itu seperti sepasang Suami dan Istri. Seperti Rasulullah sang kekasih Allah. Al-qur’an itu berisi perintah dan larangan Allah, dan Hadis itu bukti serta penerapan secara Nyata yang ditujukan oleh Rasulullah. Al-Qur’an memang sudah jelas, bagi yang benar-benar mempelajarinya. Bagi yang tidak ? kita kan tidak hidup dizaman rasul. Bagaimana kita mengenal Al-Qur’an. Ya, melalui Hadis tersebut.
Ingat Rasulullah sudah mencontohkan, kita hanya tinggal tahu dan meniru.

Contoh paling mudah diterima oleh akal seorang sekuler,
Saya memegang sebuat gelas berisi es teh, dan saya bertanya dengan teman saya :

“ Akhi, apa yang saya pegang. “

jika dia menjawab, es teh itu benar,
jika dia menjawab, gelas itu juga tidak salah.
jika dia menjawab, sedotan itu juga tidak sepenuhnya benar.
Yang kita lihat itu sudah jelas ! didepan mata kita. Tapi saat  kita mau mengatakan itu terasa sulit dan ragu-ragu. Apakah kita harus menjawab :  Itu gelas berisi teh dan es dan sedotan “
Apakah seperti itu ? Padahal jika dia bilang “ Itu Es Teh “ itu sudah cukup membuat orang tahu.

jadi apa maksud dari dia tanya “ Apa yang saya pegang ?”
Apakah gelasnya ?
Apakah Tehnya ?
Ataukah sedotannya ?
Apa yang dia maksud ?

Begitu juga Al-Qur’an, Dia sudah sangat jelas. tapi kita masih ragu akan tulisannya, belum mengerti apa maksudnya dan dalam keraguan itu, kita bisa saja salah. Maka dari itu, ada HADIS .
dia menunjukkan lewat sebuah tindakan yang bisa dicerna oleh semua orang.

Dia menunjuk pada sedotannya “ Apa ini ?”
Barulah temannya tahu yang ia maksud adalah “sebuah sedotan dialam gelas teh itu “

jadi kalau kalian merasa Al-Quran itu sudah jelas. Bahkan tanpa ada hadis sekalipun ,,,, berarti kalian merasa lebih tahu tentang Al-Quran. Rasulullah pun kadang terkena peringatan tentang tafsiran Al-Qur’an. Bagaimana dengan kita ? Bila tak ada Hadis Rasul ?
Betapa sombongnya kita .

Jadi, berhati-hatilah dengan pertanyaan seorang Islam yang ragu akan Agamanya.

LIDAH KADANG SERING BERBOHONG



“ Lidah kadang sering berbohong ,,,, “



Nggak enak, sayur tanpa garem itu. Nggak ada rasanya. HAMBAR.

Itu kata orang. karena ia turuti apa kata lidahnya.
Padahal, sayur sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh. 
Bahkan ia termasuk dalam makanan 4 sehat 5 sempurna. 
Emang nggak enak sayur tanpa garem, hambar. Tapi, itukan masalah selera.
Selera itu relative, tapi khasiat itu mutlak.
Karena rasa itu tergantung selera, dan khasiat takkan berubah pada dasarnya.

Kita kaitkan dalam segi kehidupan.
Misalnya sakit, semua orang pasti sangat benci dengan sakit. Mana sih orang yang suka sakit itu ? Sehat aja enak kok. 
Tapi, sebenarnya, kita harus sangat bersyukur dengan rasa sakit itu. 
karena rasa sakit itu peringatan, peringatan bagi tubbuh bahwa tubuh dalam kondisi tidak baik dan perlu segera diobatai. 
Seperti alarm kebakaran, dan harus ada pemadam yang segera memadamkannya. 

Begitu juga tubuh, ia perlu alarm untuk mengetahui bagian mana yang sedang dalam bahaya, agar kita bisa segera memperbaikinya. 
Sakit ? ya memang sakit. 

Begitu juga kehidupan, 
Di dunia ini pasti selalu ada kegagalan, dibalik segala keberhasilan. Karena dengan kegagalan kita belajar untuk selalu bangkit, 
anggap saja kegagalan itu alarm kehidupan kita karena ada sesuatu yang salah. 
Orang yang berhasil bangkit adalah orang yang bisa sadar atas kesalahannya dan segera memperbaiki di kemudian hari.
Hidup itu bukan untuk dirasakan, tapi dimaknai sebagaimana seharusnya.

Intinya,
Lidah itu memang kadang menipu, menyembunyikan khasiat dibalik yang tersembunyi. 
Tapi, itu memberi kesempatan kita untuk selalu melihat kandungan dalam segala hal, bukan hal yang tampak dari luar. Memaknai :
“ Jangan lihat buku hanya dari sampulnya saja ! Tapi isinya ,,,, “

Begitu juga dengan jodoh,
Pandangan kadang menipu. Dia cantik, tampan, tapi tak menjamin yang didalamnya. 
Cantik, tampan itu relatif, tapi kedalaman  hati itu Mutlak. 
Sekali lagi, Rupa wajah itu relatif tapi Rupa Hati itu MUTLAK.

Saat engkau mencintai seseorang karena kecantikannya. Itu salah, karena cantik akan terhapus dan luntur oleh waktu.
Saat engkau mencintai seseorang karena hartanya. Itu juga salah, karena harta bendanya akan habis dan musnah.
Jadi, 
Cintai seseorang karena hatinya, karena agamanya. Karena itu semua artinya SELAMANYA.
Karena lidah kadang berbohong.

Monday, 6 July 2015

Hati-hati!! Kata 'Malas' yang Tersamarkan

Sudah setahun ku berada di Pesantren ini. Tapi kenyataannya sungguh menyebelkan, dan membingungkan.

Setiap kali ku lembur kini sudah tak ada gairahnya lagi. Ku  ngaji tak ada gairah. Ku kuliah tak ada gairah. Seperti lenyap begitu saja semangat ini.



Ku berusahan beranjak dari tidur ku, mencoba bangkit dan menjauhkan lambung dari tempat tidur. Mempelajari materi kuliah, atau sekedar iseng ngerjain tugas kuliah, tapi selalu aja ada hal yang mengganggu kepala ini. Setiap ku beranjak dari alas tidur, selalu keluar tagline andalan,, "Ah... nanggung, mau subuh." atau " Ah,,, nanggung, mau jam satu."..

Jam satuuuuuuu,, jam satu meeeen..

Peraturan baru di pondok, bahwa penggunaan  laptop dibatasi sampe jam 01.00,, jika melanggar maka akan disita selama 1 minggu.

Gilaaaaa.... Peraturan macam apa ini. Awal ku masuk di pesantren ini sungguh berat dengan peraturan yang ada seperti 'Tidak boleh Laptopan di kamar'. Peraturan ini aja sudah syukur aku sebagai seorang programer yang kuliah di Informatika menerima. Dengan catatan,, saat itu banyak sekali temen-temen yang sesama Informatika bakalan mondok di sini. lebih dari 10 anak. Ku berpikir, mungkin bakalan mudah jika ku bentuk Team atau kelompok belajar.

Alhasil,, bagitu seminggu ku sudah mulai tinggal di pesantren ini, ku memperoleh kabar. Dua ekor temen ku gak jadi daftar di pesantren ini, mereka daftar di pondpok pesantren tetengga.

Oke,, gak apa masih ada 8 anak Informatika di sini termasuk diri ku.

Gak disangka, tambah satu temen yang baru daftar. Yah,, baru aja masuk, dia udah pamit boyong dengan alasan tak jelas. Saldo sementara masih 8 ekor.

Di tengah semester, mulai muncul rasa tak nyaman di pondok ini. Satu persatu mereka mulai boyong (baca aja: D.O.). Yang satu gak aktif di perkuliahan, sering bolos kuliah, tapi saat di pondok rajin banget ngikuti kegiatan. Tapi sungguh disayangkan, malah ini adalah awal dia tidak melanjutkan kuliah lagi.

Anak yang selanjutnya kebalikannya. Dia sangat rajin di kuliah mau pun di pondok. Nah, bagitu di tengah-tengah,, di kampus batang hidungnya masih terlihat begitu besar, tapi dia mulai bolos ngaji, alhasil dia dinyatakan boyong dari pondok. Oh gak, ini dua orang yang kayak gini. Saldo anak Informatika sementara berjumlah = 8-3 = 5 ekor. Ya,, 5 ekor yang masih bertahan.

Tidur aja..!!!!


Kali ini malah gabungan dari dua orang di atas. Setiap kali kegiatan pondok atau pun ngaji diniyah, nih orang jarang sekali terlihat. Faktanya dalam perkuliahan dia juga gak ada kabar keaktifan, meskipun cuman lewat di kampus aja kagak ada yang tahu. Dan akhrinya dia dinyatakan boyong.

Masih bertahan 4 ekor. Sungguh tragis. Kacau sudah rencana ku. Alhasil ku mulai kesulitan untuk belajar. Mau tanyak siapa??? Kalau anak informatikanya tinggal segini. Kuliah tak nyaman, ngaji pun tak mau. Trus gimana ini.???? Mau belajar bareng sama anak Syariah??? Entar kayak si Romi yang di sini -_-

Trus anak informatika yang kali ini sungguh luar biasa. Ku berpikir dia bakalan boyong kayak yang lainntya. Karena dia sudah berpenampilan seorang pogramer tingkat dewa.  Banyak bahasa programer yang dia makan. Walau kayak gitu, dia juga sangat bersemagat untuk ngaji di sini. Bahkan melebihi semangat ku. Jarang bolos ngaji, selalu tepat waktu, shalat pasti jamaah,, dan diri ku pasti kena omelan nih orang kalau mau bolos ngaji. hehehe. dia adalah pemegang admin dari bill.web.id

Angin bertiup gak seperti biasanya.

Ku terbiasa kalau sehabis diniyah malam tidur,, trus ntar tengah melem bangun lagi untuk ngerjain tugas,, biasanya lebih fresh. Tapi, semenjak keluarnya peraturan baru.. Peraturan laptopan sampai jam satu seperti suara guntur menyambar alam kubur.

Tengah malam ku bangun pasti ku mengeluh,, "Ah, nanggung mau jam satu." akhrinya ku gak jadi laptopan. Padahal udah tahu besok adalah deadlin projek. Tidur lagi.

Suatu malem ku paksakan, karena lagi banyak tugas, bahkan jika ku lembur seharian penuh tak akan selesai. Setelah diniah, ku beraksi. Tugas-tugas ada seperti,,,,,: Menganalisa database, membuat program, desain poster, banner, xbanner, editing video, buat animasi dan semua deadline besok,, sudah pasti yang namanya desain tak bisa keluar begitu saja. Benar,, selagi ku mengerjakan tugas lain, jam satu ide desain mulai muncul.



Tak terasa sudah jam 01.30,, seorang keamanan pondok menghampiri ku dan merampas laptop ku. Desain aja baru mulai udah dirampas aja. Edtiting video, ngoding,, semuanya kacau tak karuan. Ku sudah targetkan saat itu juga sudah selesai. Kacau sudah tugas ku. Dosen marah-marah dengan hasil kerja ku. Begini kah kalau kuliah sambil mondok??????????? Haa??? Apaan???

Katanya kampus ku kampus Pesantren,, lah kok antara pesantren dan Kampus berjalan sendiri-sendiri..

Katanya mengintegrasikan antara Islam dan Sains, katanya peradaban dunia gak bisa lepas dari yang namanya pesantren, jadi hadirlah kampus istimewa ini, dengan nama kampus Ulul Albab. Apa Kampus Pesantren itu hanya untuk mahasiswa Baru saja?????

Kesibukan di dunia perkuliahan.,, ku masih ingin yang namanya tinggal di pesanren. Belajar ngaji, mencari ilmu. Sudah sejak kecil ku ingin belajar di pesantren, dan sekarang ini bisa menjadi kenyataan.

Kenyataan yang menyedihkan,, semenjak masuk di pesantren ini,, malah kesulitan untuk tirakat. Di sini kerjaan ku hanya tiduuuuur mulu. Dengan alasan mneaati peraturan, ku sebenernya yakinkalau ini sebenernya kata MALAS yang tersamar. Udah tidur aja enak.

Ini Gambarannya

1. Gak Boleh Laptopan di Kamar


Padahal dulu kalau mau sekedar nulis, atau kalau ada ide langsung eksekusi buka laptop. Coba aja kalau di sini,, gak bakal selamet laptop mu.

2. Gak di Pondok dari Pagi sampe Magrib
Ngampus sampe sore. Mau gimana lagi, di situ lah kesempatan ku bertemu temen sejurusan. Kami sudah gak sekandang lagi, sulit mau belajar bareng. Gak mungkin juga mereka bakalan ke pondok ku.

3. Listrik Mati


Kalau pun ku berhasil laptopan, pasti listrik pondok mati. Dan lebih menyebalkannya lagi gak nyala sampai Tuluk tiba. Mau bisa laptopan gimana coba?? Chargernya mau di colok ke hidung??

4. Temen-Temen pada Boyong


Ini lagi yang menyebalkan, Temen-temen TI mulai pada boyong. Bingunglah kalau mau belajar gimana. Gak ada yang ngerti perjuangan ngoding sampai titik koma terakhir. Mereka yang bukan programer menerima begitu saja aturan jam satu. Nah, kita??? Trus pada gak betah, dari  pada gak bolelh laptopan mending boyong. Saya mau belajar sama siapa lagi duh Gusti???

5. Laptopan Cuma Sampai Jam 01.00


Udah deh, gak perlu ku jelasin lagi.

6. Keamanan

Banyak temen yang bertanya aneh-aneh. seperti "Laptop ku kok kenak Virus ya??? Gimana cara ngatasinnya???" Pertanyaan ini sering sekali ditanyakan.

Akhirnya ku jawab "Itu karena Keamanan Laptop mu buruk.!!!!! Makanya gak usah pakek Antivirus lebih nyaman.."

Ku mulai gak ada semangat kuliah. Mungkin sebenarnya musuh ku si MALAS lagi nyamar jadi peraturan pondok. Biasanya ku bakalan berusahan sekuat tenaga untuk ngelawan si MALAS. Kalau pun bener, kamprettt,, licik bener kau. Gak mungkin juga ku nyalahin pondok dan peraturannya. Kini ku diambang kebingungan. Fakta yang mulai membingungkan pikiran.
Ku mulai berpikir Boyong.
Tapi eman ngajine..

Friday, 3 July 2015

Sholat Auto-Pilot : Model Ibadah Masa Kini

Shalat.
Dalam islam, merupakan Rukun Islam ke-2, tapi yang paling UTAMA.
Sholat, juga salah satu Sos-Med kita dalam ber-Tawajjah kepada Sang Kholik. PDKT dalam ibadah dan dilengkapi fitur Chatting langsung dengan Zat Illahi Robbi. Nggak perlu ngabisin PULSA, atau irit-irit pake QUOTA, Hanya perlu Keikhlasan saja. 
Itu mudah, hanya kitalah yang membuat segalanya terlihat sulit.

Semakin berkembang dan majunya zaman, sholat bukan lagi hal yang paling utama.dan paling diperhatikan. Seolah peringkatan SHOLAT tergeser dari PRIMER, menjadi yang SEKUNDER.

Sholat zaman sekarang, bisa diibaratkan " yang penting menggugurkan Kewajiban " masalah khusyu' nggaknya, belakangan. Susahkah kita, meluangkan waktu barang 5-10 menit untuk khusyu' ke Sholat saja ?


Ngomong masalah Khusyu' .
Sholat Zaman Era-Globalisasi dan Modernisasi. Ada style/gaya Sholat yang lagi nge-trend. 


" Sholat Auto-Pilot "


Bukan hanya pesawat dan kapal selam aja rupanya. Masalah ibadah-pun bisa jadi. Zaman tidak hanya bisa mengubah peradaban, infrastruktur, pemikiran dan gaya hidup manusia. Tapi, juga masalah IBADAH.

Pengendalian pesawat, dimana sang pilot ingin "Break" atau istirahat dari mengemudinya, ia akan memasang mode "Auto-Pilot". Istilahnya, pengendalian kinerja pesawat secara Otomatis. Hanya perlu mengatur koordinat tujuan, insyaallah sampai dengan selamat. Amiin.

Sholat-pun juga begitu, 

Pernah ngga' kadang kita merasa demikian ?
Kita berniat Sholat. Saat imam membaca surat ,,,,, " Bismillahirrohmanirrohim ,,,, "

" Follower saya nambah Ngga' ya ?"

" Aduh, hujan, Mana cucian belum kering lagi ."

" Ni masjid banyak nyamuknya ,,,, "

" Imamnya kok baca surat Yasin, nggak kepanjangan tuh ?"

" 10 menit lagi masuk kerja, sempet nggak ya ?"

" Ntar ujiannya gimana ya ? Semalem belum belajar nih ." 

" Utang banyak, rezeki seret. Cicilan mobil, rumah belum lunas ,,, "

" Orang ganteng seperti saya, kok sampai sekarang masih JOMBLO ya ? Ngenes .... "

dan tiba-tiba,

" Assalamu''alaikum warrohmatullah ,,,, "
Selesai begitu saja. :o

Niat awal sih, Sholat. Tapi jiwa dan fikiran melayang kemana-mana. Entah apa yang dipikirkan, tapi ada saja yang terlintas dibenak kita waktu sholat.

Tapi, adakah gerakan kita yang SALAH ?
Anehnya sih NGGAK . Waktu ruku', ya ruku' . Waktu sujud, ya sujud, sampai salam pun nggak ada gerakan yang ketinggalan. ANEH kan ?
Padahal fikiran kita melayang kemana-mana. Mungkin juga kalau ditanya :

" Imamnya Siapa ?" NGGAK TAU
" Rokaat pertama baca Surat apa ?" NGGAK TAU.
" Sebelah kamu tadi siapa ?" NGGAK TAU.

Jangan-jangan, kalau ditanya 
"kamu tadi Sholat Apa ?" juga nggak bisa jawab. 

Tapi kok lancar gitu lho. Kan PARAH.!!!


Itulah yang disebut gaya Sholat "Auto-Pilot". 
Walau fikiran jauh melayang kemana, tapi gerakan masih tetap sama.

MASALAH UTAMA :

1. Sholat tidak Khusyu'. SO PASTI.
2. Kalau jadi Ma'mum Mashbuk. Kadang selesai salam kita akan ragu-ragu " Tadi Rokaat keberapa, Ya ?" Nah, kalau gitu gimana coba ?
3. Malaikat bingung, Apa yang mau dicatet. Kasih nilai ngga' ya ? kasih nilai ngga' ya ?


CARA MENANGGULANGI :

1. Ingat NIAT. Shalat, harus Fokus.
2. Jangan Ngacangin Tuhanmu.
3. Kalau anda pernah dicueikin. Pasti tau rasanya. Sakitnya tuh disini ! #Nyesek
4. Ibadah itu dengan IKHLAS. 
5. Sholat bukan hanya untuk " menggugurkan kewajiban " tapi media kita ber-Munajah dengan Allah. Merasa lebih dekat, ber-Taqorrub. Menenangkan hati yg sedang Gundah-Gulana. 


Pokoknya. Jadikan Sholatmu, sebagai media antara Engkau dan Tuhanmu. Ingat ,,,
"Innallaha Ma'arroki'iin ,,,, " (Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yg Ruku' "


maksudnya, Allah selalu memudahkan jalan kepada Hamba-Nya yang Khusyu' dalam Sholat (Tumakninah). Amiiin ,,,,,,,,, "

Monday, 11 May 2015

Misteri Gunung Kof


Sebenernya sudah lama banget pengen posting tulisan ini. Namun ini peninggalan postingan Aruman Blog zaman dahulu, tapi baru bisa terselesaikan sekarang. Mungkin sudah ada di berbagai artikel lainnya. Ada yang tahu mengenai gunung Kof? Oke deh, begini..

Dalam surat Yasin ayat 36 yang artinya : Maha Suci Allah yang telah menciptakan di muka bumi ini tumbuhan yang beraneka ragam berjodoh-jodohan dan daripadanya ada mahkluk yang tampak dan ada yang mereka tidak mengetahuinya.

Thursday, 23 April 2015

Bawa Robot Dikira Bawa Boom

Kali ini gak dengan para idiot-idiot yang entah gimana kabarnya. Sekarang bersama sekawan, dalam bahasa jawa alus sekawan berarti empat. Berempat kami menjajaki dunia robotika. Diri ku termasuk masih baru, baru kemaren bergabung.
 
 

Masih baru juga, pengalaman baru. Kawan yang lain udah pada jago masalah mendesain robot, otak-atik elektronik, kode progam, hingga tEknisi perakitan.

Tokoh yang lain lagi perkenalan mulai dari Fauzan. Mahasiswa dengan suara qori’ yang sangat keren ini bertingkah aneh dan tak jelas. Ceplas-ceplos kalo ngomong. Dia ini ngobrak-ngabrik untuk perkumpulan. Jadi kalau ada rutinitas kumpul pengerjaan robot, Abdul ini lah yang sang pendobraknya.

Berikutnya Udin. Bisa dibilang cekatan, telaten dan ulet. Selain itu dia juga seorang aktifis, tepatnya aktifis dunia maya. Maksudnya tuh, ya tahu lah,  sering sekali update status, baik di FB maupun di BBM. Sedikit saja slelau upload foto atau tulis status. Tiada hari tanpa gadget.

Ada lagi si kalem Nizar. Berpawakan alim, layaknya ustadz. Memang, dialah yang paling senior diantara kami. Selain seorang takmir di suatu masjid, dia ini lagi skripsi mengenai robot juga.
Komunitas Robotik kami masih dalam tahap membangkitkan setelah mengalami fakum selama beberapa tahun. Memang, butuh berbagai macam perjuangan. Tak hanya dari keilmuan robotic, melainkan juga pada budget lah yang menjadi hal yang sangat diperhatikan.
Wah, pokoknya alhamldulillah deh. Dari jurusan sangat mensuport komunitas robotik kami ini. Terlebih lagi dalam sebuah kontes robotic di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dimulailah babak perjuangan perakitan robot dengan kategori soccer.
 
 

Hampir setiap hari kita di Laboratorium robotic untuk membuat robot soccer. Secara maraton kami merakit. Berbagai macam kendala teknis selalu terjadi. Gak jarang solder yang panasnya bukan main tuh tak pegang layaknya megang sendok makan. Ahasil mleocot deh tangan ini. Gak hanya sekali, berungkali ku mengulangi hal sama. -_-

Jadi, pesan moral yang dapat diambil: Jangan pegang ujung solder waktu masih panas. Mending kasih obat paracetamol aja deh, biar turun tuh panas,, jadi aman untuk dipegang. #terus apa fungsi solder kalau dingin????

Ku baru saja bergabung, merasakan semangat temen-temen yang sangat tinggi, walau halangan rintangan membentang, tak menjadi masalah dan tak jadi beban pikiran. #itu semangat atau soundtraknya KeraSakti.

Saking sering dan saking lamanya kita di laboratorium, tak terhindarkan dari pengusiran satpam fakultas. Ya, sampai lembur kemaleman kalo pulang. Apalagi anak pesantren seperti diri ku ini. Waduh,, pulang malem-malem, untung gak sampe kekunci tuh gerbang pondok.

Tiba saatnya untuk berangkat melaksanakan tugas. Menuju stasiun dengan membawa sebuah koper, perkakas tak lupa sebuah robot di dalam kardus terbuka yang masih terlihat wujudnya.

Pintu masuk statiun kota Malang, seperti yang lainnya kami dihadang oleh para satpam berwajah sangar. Menatap dengan penuh curiga kami berempat. Sesekali melirik ke kardus yang berisi robot.

“Apa itu? Bukan bom kan?” sudah ku duga kalau mereka menanyakan itu.
“Bukan pak, ini robot. Kita ikut kontes robot di Bandung.” Demikian kita jawab dengan wajah polosnya.
“Berarti kalian bawa solder segala ?” Tanya pak satpam mencoba selidik. Dengan wajah  gugup  terbayang kalau ternyata tidak diizinkan membawa hal semacem solder segala macem, kami jawab, “iya pak”.
“Ini mas, tolong solderkan kepala temen saya” jawab pak satpam dengan entengnya. "Dia ini sering sekali error, mungkin mas-mas ini bias memperbaikinya". Ternyata hanya becanda belaka.   Ane pikir bakalan ruwet kejadian ini.

ini nih robot pemadam api yang dikira bawa hal macem-macem di kereta.

mulai galau nan bingung perjalanan Malang Bandung

Tiba di Bandung, kita bermalam di masjid Salman ITB. Wuih men., ternyata lebih dingin dari kota Batu. Baiknya lagi, sama takmir masjid kita disediakan matras untuk beristirahat di dalamnya. Wah, ku akui keren nih masjid, sampe menyediakan hal semacem ini. Dampak baiknya kalau disediakan matras, selain memberi kehangatan dan kenyamann, hal ini ternyata agar masjid tetap suci. Iya kan, menurut ku kalau para musyafir yang bermalam ilernya gak netes di lantai masjid. Hihihihi.. :D
 



 
Lomba masih beberapa hari lagi, kita jalan-jalan dulu mengelilingi kampus ITB.




 
Oh ya, kota Bandung punya hajat besar. Sebagai tuan rumah KAA. Berkumpulnya seluruh presiden Asia Afrika di sini. Jalanan macet, berbagai daerah/jalan diblokir.


Oke, tiba saatnya untuk hari mendebarkan. Kita berangkat ke TKP kontes. Naik angkota menuju UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Hal yang menyebalkan, sopir angkotnya gak tau mana UIN Bandung, tapi tetep aja kita dibawa sampe nyasar di daerah entah, daerah yang udaranya semakin dingin yang berarti daerah pegunungan lagi. Lihat GPS, benar adanya kalau kita menuju arah yang berlawanan. -_-
 
Kita ikut lomba dengan 2 kategori: lomba Robot Soccer & Robot Inovatif
Untuk tim robot soccer, tepatnya yang bakalan bertanding megang kendali remot adalah bung Udin dan bung Nizar.
 
Kalo yang Robot Inovatif diri ku dan bung Fauzan. Kalau yang robot inovatif ini, kita pakai robot peninggalan senior komunitas yang udah pada lulus. Jadi, gak ada yang kami siapkan secara istimewa sih, hanya merawat robot serta desain inovatif yang rencana akan kita realisasikan. Jadi, hanya desain saja tak masalah, kalau pun udah ada wujud prototype malah menjadi nilai plus. Robot inovatif kami adalah Robot Pemetaan dan Survei Lokasi.
 


Penampilan pertama adalah presentasi robot inovatif. Entah kenapa, walaupun komentar para juri begitu menyakitkan, tapi sangat ku sukai. Inilah masukan dan kritikan yang harus kita laksanakan, bagaimana biar lebih baik tentang ide robot kita.
 
 


 
Berikutnya adalah soccer. Perlombaan yang sangat seru. Kami jadi merasa bukan ikut kontes yang banyak tuntutan harus menang,, tapi entah, kita menikmati pertandingan ini. Kita bisa saling bermain antar kampus,, saling merebut bola.
 
Jadi dalam perlombaan ini, tak hanya sekedar lomba. Ini menjadi ajang kumpul kami, para mahasiswa Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri. Kita banyak sharing dan berbagi cerita, mengenai research serta robotika di UIN.
 
Kami banyak belajar, dan saling memahami animo temen-temen UIN sangat tinggi. Kita perlu mengapresiasi dan mewadahi. Harus diadakan lagi lomba semacam ini.

berikutnya ini foto seluruh crew bersama pak wakil Dekan kami, beserta pak Sek.Jur Informatika.

Gak nyangka, bakalan jadi juara 1 lomba robot Inovatif se-Indonesia



Kalau ini, kita juara 2 robot Soccer se-Indonesia
 

Wah kalau robot soccernya keren-keren dah punya temen-temn dari kampus lain. Pertandingain ini, ada hal lebih yang kami dapatkan. Gak hanya juara yang kami bawa pulang, namun persaudaraan kami bertambah dengan kampus lain. Kami berharap kedepannya menjadi hal baik yang saling menghubungkan antara temen-temen robotic lainnya.

Special Thanks,, untuk temen-temen panitia yang mempertemukan kami bersama temen-temen yang luar biasa, tuan rumah yang begitu istimewa, komunitas Robotika UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Juga pada temen-temen dari UIN Alauddin Makasar, yang semangatnya begitu tinggi. Juara 1 Robot Soccer. Serta temen-temen dari kampus lain.

Oke deh, itulah perjalanan kami ke Bandung. Pengalaman pertama untuk ku membuahkan hasil. Gak sia-sia tangan ku kenak solder. Perjuangan kami berlum berakhir di sini, inilah awal.