.

.

Sunday, 22 November 2015

Mau Kaya ? Ke Dukun aja ! #GOBLOK!

KAYA, adalah idaman semua Wanita.
KAYA, adalah Misi Utama seorang Pria
KAYA, adalah cara bahagiakan Keluarga.
KAYA, adalah nilai utama di Masyarakat sana.

Apa sih, gunanya menjadi KAYA ?

Hidup, Sejahtera ,,,,
Keluarga, Bahagia ,,,,
Mertua, Bangga ,,,
Anak, Manja ,,,,
Istri, Dua ,,,,

Kaya Gitu ?
Mau ?

Pengen KAYA, tapi Nggk mau USAHA ,,,, Gimana ????

Kebanyakan manusia, mengharapkan sesuatu maunya yang enak saja. Hari gini ? Cari yang Susah ? Nggak perlu pinter-pinter amat supaya dipandang terpelajar.

Mau ngerti Bahasa Inggris, Santai, ada "Mbah Google" (Nggk usah cape' Ngapal )
Mau bisa perkalian, pembagian. Santai, ada " Kalkulator" (Nggak usah cape' Ngitung )
Mau bisa Nulis rapi. Santai, ada "Komputer" (Nggak usah cape' nulis )
Mau pergi jauh kesana. santai, ada "Helikopter" (Nggak usah cape' jalan )
Mau jadi artis. Santai, ada "X-Factor". (Nggak usah cape' casting )
Mau cepet terkenal. Santai, ada "You tube" (Nggak usah cape' cari sensasi )

Apa sih didunia ini yang Nggak bisa ? Praktis dan Simple.
Banyak orang cari yang Instan-nya saja. Pokoknya cepet nggak banyak tenaga. Itu saja.
Begitu juga dengan KAYA. Mie aja ada yang INSTAN, KAYA juga ada yang INSTAN.

Dukun, Paranormal, Orang Pinter atau apalah namanya. 


Adalah salah satu jalan menuju Kekayaan dengan cara INSTAN. Kebanyakan orang mengira, dengan datang ke Dukun, bisa mendatangkan kekayaan, harta benda mengalir, Yang penting, Nggak usah SUSAH-SUSAH NYARI.

Dan, Anehnya. Setiap Dukun yang dimintai tolong, pasti syaratnya aneh-aneh :

1. Mandi kembang 7 rupa.
2. Puasa Putih
3. Dll

Apa hubungannya coba ?
Pengen kaya tu, Ya KERJA ,,,,
Pengen Bahagia tu, Ya USAHA ,,,

Tau nggak ?
Kalo Dukun, Paranormal, Orang Pinter, itu juga "sebuah profesi".
Yang mana dengan itu, mereka juga pengen Kaya , Pengen Hidup Bahagia ,,, 

Nah,
Gobloknya Manusia itu, 
Pengen Kaya, dateng, minta tolong ke "Dukun" yg juga pengen kaya ,,, 

Kita nyari 'Kaya' , dateng ke orang yg juga pengen 'kaya' dari uang kita ,,  Nah lhoh ???

" ,,, uang itu kan cuma buat ganti jasa dukun yg ngebantu kita ,,, "

Alasan Klasik ,,, !!!!

Kalo niatnya ngebantu, napa nggak Gratis aja , pake minta bayaran segala ,,, 
Kalo dia bisa bikin orang jadi Kaya, udah dari dulu-dulu para dukun dukun tu udah kaya semua ,,,

Dia bisa bikin orang jadi kaya, tapi dia sendiri nggak kaya-kaya ,,, 
Siapa yg Bodoh, siapa yg di Pinter-in ,,, ?

Sungguh Mulia ,,,, 

Friday, 20 November 2015

Cerita Hackaton - Ketemu Pak Ahok dan Para Mentri

Hackaton Merdeka merupakan sebuah inisiatif untuk menginisiasi gerakan besar Code4Nation.org sebagai salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi dalam memecahkan permasalahan pendataan kependudukan. Code4Nation diharapkan dapat menjadi pemersatu gerakan-gerakan yang ada sehingga semakin banyak talenta di Indonesia yang peduli dan memiliki solusi, sehingga dapat dikolaborasikan mengatasi berbagai permasalahan nasional dengan baik dan benar.

Serangkaian acaranya dilakukan menjadi 2 tahap. Pertama seleksi di 28 Kota. Kedua, aplikasi terbaik akan diberi kesempatan untuk presentasi di Jakarta.



Segera ku kumpulkan tim. Mencari ide. Hari semakin dekat, namun ide Sistem Informasi apa belum kita dapatkan. Aku sendiri mulai beripikir keras mencari ide, ketika jalan, ketika kuliah, ketika di kamar mandi, dan sampai orang menyapa tak ku dengar. 

Bertemakan Pendataan Kependudukan,, mau gimana lagi, udah pasti teringat sama masa KKM bersama mereka.

Beberapa kali muncul ide seperti : Pendataan keluarga miskin (ini mah dari ide KKM kemaren, tapi ribet, data masih masukkan manual), Pelaporan keamanan dan kejahatan (kayaknya sulit nih kalau pelaporan kejahatan), pendataan orang jelek (kayaknya gak manfaat banget), atau pendataan orang bego (kayaknya bakalan sulit karena banyak banget orang sok pinter), 

Berbagai macam ide kami yang ada,, tersaringlah konsep Cekker - Cek Kerja untuk kalangan menengah bawah. Cari referensi, pematangan konsep, hingga evaluasi. Tiba lah saatnya beraksi, koding selama 24 jam Non Stop.

Wah,, keren-keren ide dari tim yang lain. Sedikit percaya diri, entah kenapa. Namun, tidak sering juga merasa terintimidasi oleh peserta lain, yang terlihat labih jago dari segala sisi. Contohnya, ada tuh si admin Bill.web.id yang masternya pemrograman pernah merebut juara harapan di event besar, ada juga Kwikku Nusantara yang telah menjadi startUp pesaing Facebook, bahkan masih ada para jagoan lainya yang tak ku ketahui.


Datang hanya membawa konsep yang ada, tak ku sangka lolos menjadi 8 terbaik dan diberi kesempatan untuk presentas di Jakarta. Malam-malam berikutnya kami secara maraton memperbaiki sistem Cekker.

Tiba lah di Jakarta. 

Sumber gambar : Detik.com


Malemnya kami ngobrol sama pak Mentri Kominfo. Ngobrol soal masa era digital di  Indonesia. Pasar yang dangat besar, dan pesatnya perkembangan teknologi. Terutama dalam e-commerce yang meningkat 10x lipat. Hal ini benar-benar besar, dan akan lebih baik kalau dikelola bersama. Tentunya tak hanya dari pemerintah, bekerja sama dengan para stakeholder yang ada.

Pengalaman gak hanya di situ. Kami juga bertemu startUp di berbagai belahan Indonesia. Berbagi pengalaman. Belum lagi kita juga berkunjung ke startUp yang udah gak asing lagi di telinga kita, Tokopedia.com sama Bukalapak.com
Kisah kasih yang para founder ceritakan tak segampang kelihatanyya. Banyak banger halangannya.

Foto di kantornya Bukalapak.com

Foto bersama Founder Tokopedia.com


Tibalah di babak pertandingan. Kami semua harus presentasi di depan dewan juri. Berhubung banyak banget pesertanya, jadi sambil buka stand juga. Jaga stand sembari nunggu waktu presentasi tiba, datanglah orang-orang penting melihat produk kami.

ada Pak Ahok.


Kalau kemaren postingnya ketemu pak Ahok, ternyata setelah ku posting masih ada mentri yang berkunjung. Mentri PAN RB


Ya, ini yang cerita lebih panjangnya aja sih, semoga menikmati.
Itulah kurang lebih perjalanan kita ke Jakarta. Keren-keren banget ide dari tim lain. Gak mungkin juga semua jadi juara, kayaknya gak masalah lah kalau gak dapet juara. Tapi ku sangat berharap bagi ide temen-temen lain yang masih konsep, apalagi yang udah bener-bener jadi siap pakai. Mungkin juga gak juara tapi udah bisa nyelesain masalah di Indonesia.

Thursday, 19 November 2015

Apakah Hidup itu ditakdirkan atau pilihan ?

" ,,, Wallahu 'ala kulli Syaiin Qodir ,,, "
(Dan Allah lah yg berkuasa atas segala sesuatu)

" ,,, dan tak ada sehelai daun pun yg jatuh tanpa seizin Allah ,,, "

Allah itu
Maha Kuasa
Maha Pencipta
Maha Segalanya ,,,

Jika segala sesuatu itu atas kehendaknya , dan segala sesuatu yg sudah dilakukan , sedang dilakukan dan akan dilakukan itu sudah tertulis di 'Lauh Mahfudz' ,,,,

Lalu apakah Manusia itu punya Pilihan ?

Jika kita berbuat Jahat, Mencuri, membunuh dan sebagainya ,,, Siapa yg salah ? Allah dong, Dia kan yg menghendaki ,,, karena semua itu telah tertulis dan telah ditakdirkan.

Kenapa harus repot-repot hidup begini, begitu, beribadah dan sebagainya ,,, toh kita Hidup sudah ditentukan jalan hidup kita ? Lalu, kita harus bagaimana ?

Ini adalah Perspektif yang Salah ,,, !!!
Bukan berarti Allah tidak memberikan kita pilihan, melainkan semua itu terjadi atas dari pilihan kita ,,, Bagaimana ?

Ini berbicara masalah Qada' dan Qadar.
" ,,, Allah berkehendak atas apa yg kita kehendaki ,,, "

Saat kita benar-benar ingin menjadi Buruk, Allah menjadikannya Buruk. dan saat kita benar-benar ingin menjadi Baik, Allah menjadikannya Baik.

Lalu, bagaimana masalah 'Takdir yg telah ditetapkan' itu ?

Perumpamaan :
Jika kita dalam sebuah Ujian, dimana kita berharap bisa Lulus didalamnya . Semua itu pasti tergantung pada apa yg telah kita persiapkan sebelumnya .

Guru disini, sudah memprediksi ,
Oh anak ini Belajar, Rajin, Berkelakuan baik. Dia pasti akan Lulus.
Oh, anak ini nggak belajar, sering bolos, tidak pernah mengerjakan tugas, dll. Kemungkinan dia takkan lulus .
Semua itu sudah dituliskan di buku laporan siswa.
Jadi, jika suatu saat anak itu tidak lulus, apakah semua itu salah Guru tersebut yg telah 'memprediksi' ,,, ???

Padahal, Guru sudah memberi Silabus untuk Ujian, kamu harus belajar, kamu harus rajin, dsb. Tapi, jika siswa tersebut tak melakukan nasihatnya , itu kan keputusan siswa itu . Siapa yg salah ?

Walaupun dgn kuasanya, ia bisa merubah atau bahkan meluruskannya, tapi bukankah itu tak adil ? Sementara yg lainnya berusaha dan berhasil atas usahanya .

Begitu juga Allah,
Apa sih yg tak bisa ia lakukan ? Hanya tinggal 'kun' maka Jadilah ! Tak ada yg tak mungkin, tapi Allah ingin melihat usaha kita. Karena hidup kita, adalah hidup yg kita jalani, semua itu terbantu dalam seberapa kuat usaha kita .

Allah Maha Tahu, yg lalu dan yg akan datang.
Jadi, ia menuliskan dalam Lauh Mahfudz-Nya ,apa-apa yg kita lakukan hingga mendatang . Karena Allah Maha Tahu. Man purpose God disposses. Manusia berkehendak , Tuhan menentukan .

Sebenarnya, Allah telah berikan pilihan . Ia tetapkan Jalan untuk bisa Lulus dari Ujian Hidup, dengan peraturan peraturan yg ada , jika kita tak melalui jalan tersebut , jangan salahkan atas apa yg telah menjadi pilihan hidupmu.

Allah itu Maha Adil.
Jangan dipertanyakan tentang keadilannya dalam sebuah keputusan .

Wallahua'lamu,,,,,

Monday, 16 November 2015

Teori Tauhid dalam Rumus Matematika Dasar

ISLAM - Sebuah Agama yang dibawa oleh Nabi Terakhir dalam misinya untuk menyempurnakan Akhlak Umatnya .

" ,,,  Qul huwa Allahu Ahad. Allahus-Shomad. Lam yalid wa lam Yulad wa Lam Yaqullahu Kufuan Ahad ,,, "
(QS. Al-Ikhlas: 1-4)

" ,,, Ketuhanan yang Maha Esa ,,, "
(Pancasila, Sila-1)

Dari pernyataan diatas, bisa kita simpulkan . Bahwa " ,,, Tuhan itu Esa (Satu), Dia tak beranak juga tak diperanakkan ,,, " diperkuat oleh Pancasila yg menjadi dasar, sekaligus Ideologi Bangsa Indonesia .
Lalu, Apa Buktinya ?
So,
 
Anda percaya ?
1 + 1 = 2
1 + 2 = 3
1 + 3 = 4, dst ,,,,
Atau, bila diimplementasikan menjadi :
2 ,tercipta dari 1 + 1
3, tercipta dari 1 + 2
4, tercipta dari 1 + 3, atau 2 + 2

#Maka,
PENJUMLAHAN = TEORI PENCIPTAAN






Lalu, darimana asal angka 1 ?
Jika, 2 itu hasil penjumlahan 1 + 1 ,,,

Angka 1 itu sendiri tercipta darimana ? 

0 + 1 ,,, Teori ini ditolak karena masih mengandung unsur 1 didalamnya ,,,,
3 - 2 ,,,, Teori ini juga ditolak karena merupakan 'Teori Pengurangan' (Kembali) yg bertolak dengan 'Teori Penjumlahan' (Penciptaan)

Jadi, jika kita percaya bahwa :
" ,,, 1 itu tak tercipta/ada dengan sendirinya, tapi dia bisa mencipta angka 2 sampai tak terhingga ,,, "

Lalu, kenapa kita tak percaya ,bahwa :
"  ,,, Tuhan itu Esa (satu) , yang tak tercipta tapi menciptakan , yang ada sebelum kata ada itu ada ,,, sebagai yang mencipta Awal dan Akhir ,,, "

PS ;
Angka : [ 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9 ]

PERTANYAANNYA :

Kenapa Tuhan dilambangkan dgn Posisi yg "Satu" dan bukanlah yg "Nol" ?

Jika,
Penjumlahan = Penciptaan
Maka,
Pengurangan = Kembali 

Jika, semua angka dikurangi oleh bilangan yg sama, bukankah hasilnya '0' ,,, Bukan kembali pada yg Satu [Tuhan] ,,,, ?

Apa Esensi dari Bilangan '0' itu ? Sedangkan Angka 1[Tuhan] itu juga bisa dikurangi oleh Angka itu sendiri , yang hasilnya adalah 0 ,,, 

Bagaimana penerapan Teori "Wikhdatul Wujud" pada Teori Matematika Dasar ?

Apakah Esensi Tuhan (Allah) itu Satu atau Nol ,,, ?

Tunggu terbitan Buku tentang
" ,,, Memaknai Ketauhidan dalam Konteks Matematika Dasar ,,, "
(Zid wa Islah Lii)

Saturday, 14 November 2015

Pak Ahok Lihat Cekker di Hackaton

Lagi ikutan lomba Hackaton nih. Tau gak?

Ini lomba buat aplikasi dengan tema Masalah Kependudukan. Oleh code4nation dan didukung oleh Telkom. Nah, sebenarnya gak nyangka kita dari tim Cekker berhasil lolos final, dan harus presentasi di Jakarta.

Sebagian prsentasi di depan juri, lainnya lagi jaga stand. Di tengah presentasi datanglah Gubernur Jakarta, pak Ahok ke stand kami.


Nah itu gambar rekan kita, si Haris. 

Ya mohon maaf bagi yang mencari gambar ku,, maklum yang lagi foto gak kena dan gak sempet kefoto. -_- sial

Sunday, 13 September 2015

Yuhuu... Dapat Akta Buku

Apa kabar semua nih.??? Eits,, ini bukan sekedar basabasi, tapi ini adalah hal penting walau pun ku belum pernah ketemu ama kamu sekalian.

Semoga kalian dalam keadaan sehat. Kalau aku sih lagi mengalami yang namanya lutut mengsle. Ngerti mengsle gak? Mengsle tuh bahasa Jawa kalau dalam bahasa kerennya Dislokasi. Nah loh, tau gak? Bodoh amat cari tahu sendiri!

Mau gak mau akhirnya kaki ku harus mengalami masa bertahan dari rasa gatal. #digips
Ya, kita lupakan saja soal lutut. Karena lagi seneng gak seneng nih.

Yuhuuuu. Akhirnya punya akta buku. Terimakasih penerbit buku Madza. Setelah melalu segala macam rintangan akhirnya selesai juga. Ngebut banget nyelesain nih buku, deadline. #padahal juga dikit



Begitu lah, terjadi berbagai macam tragedi yang bikin lutut pusing. Sudah setahun lebih ku menulis ini. Seperti ngebesarin anak sendiri rasanya. Dirawat, dididik, dibesarkan hingga akhirnya,,, laptopku mengalami kecelakaan.

Kejadian pertama, ku kepleset di masjid. -_- Entah lagi ada yang sengaja atau gak, namanya juga kepleset siapa yang akan mengira. Berhubung tas yang ku bawa berisi laptop kesayangan, habis sudah riwayatnya. Awalnya sih gak ngerti, begitu buka laptop di pondok, eh layar LCD udah babak belur. Gak mungkin juga ku laptopan ngandalin LCD kayak gini. Beli bekas.




Kejadian berikutnya setelah ku ganti layar LCD, hampir serupa. Tapi ini secara tak sengaja menjatuhkan laptop ku ini. Hasilnya sungguh mengejutkan, Hardisknya gak bisa dibaca. Bahkan di dalam bios pun gak kebaca. Oke fix rusak. Yang namanya hardisk, data penting sudah terkubur kalau dah rusak. Akhirnya ku merasa semua dunia yang ku miliki lenyap begitu saja. Ini seperti kiamat sugra.


Data-data kuliah, dan yang paling penting tulisan-tulisan ku habis sudah tak bersisa. Entah itu bahan untuk posting apalagi tulisan yang sudah kurawat selama setahun lebih.

Rasanya berat, ku mulai menulis sedikit-demi sedikit dengan kurang semangat. Tiba-tiba teringat kalau masih ada simpanan secuil dari tulisan ku. Yah, walau pun sedikit setidaknya ini adalah cikal bakal dari tulisan ku. Hehehe..

Sunday, 6 September 2015

Assalamu'alaikum Kedungkandang

Kegiatan kembali seperti biasa.
"Cak,, cak,, bangun.. Ayo segera siap untuk shalat subuh!!!"

Ku terbangun dari nyenyaknya tidur, dengan kesadaran masih kacau. Siapa aku, dimana aku, ngapain aku??????

Ku ingat-ingat.. Lagi Pengabdian Masyarakat. Kesadaran ku mulai pulih. Segera ku beranjak dan membangunkan Bahtiar. Keanehan mulai tampak. Kamar kos ku berubah sama sekali. 

Warna tembok yang sedikit cerah, oh.. kesadaran ku sedikit demi sedikit mulai kembali. Berarti sekarang ku berada di BaseCamp. Keanehan belum usai, kenapa ada begitu banyak baju di dinding???? Semula hanya terdiri satu buah dipan tempat tidur, dan beberapa baju yang digantung. Tapi yang ku lihat ini sama sekali berbeda. Apa ini. Apakah ku masih tidur dan berada di alam mimpi??? Kesadaran ku benar-benar belum pulih.

"Cak,, cak,, bangun.. Ayo segera siap untuk shalat subuh!!!"

What????  Astagfirullah... Baru ingat. Pengabdian Masyarakat sudah selesai. Kenapa ku masih kebawa suasana PM???

"PM sudah selesai,,, PM sudah selesai..." ku mengucapkan mantra untuk menyadarkan diri.

Sekali lagi, entah kenapa ku bangun dan tetap mencari posisi tidur si Bahtiar, Mamad, ama si Rahman. "PM sudah selesai,,, PM sudah selesai..." sekali lagi mantra ku ucapkan.

Berangkat ke masjid, dengan melewati ramainya jalan raya, menyeberangi sungai,,, uppss. Masih salah. Ini sudah gak di tempat PM. Perasaaan baru kemaren pembekalan untuk KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) atau orang-orang menyebutnya KKN (Kuliah Kerja Nyata).




Tak terbayangkan, pelaksanaannya pas seminggu setelah hari raya Idul Fitri. Kampus kami memberi kebijakan berbeda, yang sebelumnya dilaksankannya pada bulan Ramadhan kini diganti di bulan Syawal.

Baru aja, sebulan sudah berlalu. Ku lalui bersama makhluk-makhluk yang gak spesial-spesial amat, tapi sudah pasti di sini akan muncul cerita. Yak begitu lah. Kita sebulan mengabdikan diri pada Masyarakat, dengan berbagai hal kita lalui bersama, seperti tiap hari ketemu, rapat bersama, makan bersama, kegiatan bersama, tidur bersama, sampai mandi pun gak bersama, gantian kamar mandinya. Seringnya kita bertemu, membuat ku malah semakin merasa dekat dengan mereka, bahkan sampai kasus tadi pagi. 

Kisah ini dimulai ketika pengumuman kelompok KKM. 246. Itulah kelompok ku. Berharap betemu dengan kawan yang ku kenal dalam kelompok ini. Sungguh sayang, tak satu pun ku kenal. Segala macam mahasiswa dari fakultas dan jurusan berbeda. Otomatis ini akan menunjukkan karakter yang berbeda pula. Dalam hati ku bersyukur, kampus memberi kebijakan anggota kelompok dari mahasiswa yang berbeda jurusan. Hal ini akan mempermudah kami dalam pengabdian, karena dari pengalaman yang berbeda, kuliah dengan studi yang berbeda, yang nantinya dapat diterapkan di masyarakat sesuai kebutuhan yang dikuasai spesifik pun lebih beragam. Selebihnya, perbedaan ini akan menjadi cerita tersendiri.

Kedungkandang adalah salah satu kecamatan di kota Malang. Di situ lah tempat kami mengabdikan. Satu-satunya kecamatan di Kota yang ditempati untuk PM dari kampus kami. Assalamu'alaikum Kedungkandang. hehehe.

Kenalan dulu deh...

Admin Aruman Blog

Pertama sang Admin ArumanBlog, kali ini bertepatan harus menjadi ketua kelompok. Bukan karena apa-apa, alasannya cuma pas acara pembekalan sang moderator meminta untuk seluruh ketua kelompok maju ke depan. Lha kami belum menunjuk siapa ketua kelompok, kenal aja belum. Belum selesai ngobrol, sang moderator sudah menghitung mundur tanda untuk mempercepat ketua untuk maju kedepan.
Tigaa.... duaa....
Akhirnya ane yang dijongkrokne kedepan. Jadi lah tumbal.

Banyak hal yang membuat ku rindu dengan suasana PM, bahkan sampai terbawa dalam kehidupan Pondok maupun Kuliah. Berikut ini lah..

Bahtiar

Tak kasih jempol nih anak. Semangatnya untuk jamaah di masjid begitu tinggi, apalagi Subuh. Padahal posisi kos kami begitu jauh dari masjid. Kami harus menyeberangi jalan raya, menyeberangi sungai. Berkali-kali Bahtiar hampir diserempet truk ketika perjalanan menuju masjid. Namun sungguh mengecewakan, hanya pada awal aja nih semangatnya,. Selanjutnya kerjaannya kayak gini...
Tidur...

Ini lah yang bakalan sulit dilupakan. Bagaimana petualangan ku untuk membangunkan si Bahtiar ini. Penuh kerja keras dan memeras keringat. Ketika dia bangun dan mulai berbicara,, itu adalah hal terbaik yang pernah ku lakukan untuk membangunkan si Bahtiar, Oh,, gak juga. Pernah dia sampai bangun dan masuk ke kamar mandi,, itu pun gara-gara perutnya mules, dan akhrinya dia sakit diare. Seharian di kamar. #Lebih parah -_-

Rahman



Berikutnya si kalem Rahman. Tingkahnya begitu woles. Gak alay lah, muka datar, berwaja alim. Tapi sungguh menyebalkan, kalimat yang terucap lebih tajam daripada tusuk gigi. Gimana nggak. Setiap kali ku ajak untuk melakukan suatu agenda, baik itu untuk rapat, ke masjid atau pun melakukan silaturahmi ke rumah takmir,, jawaban dia cuma
"Sudah,, cukup perwakilan ketua aje!!" atau
"Lha enake piye??"

Lha enak piye,, enake ya ikut agendanya bareng, emang mau ngapain Loe. Tiduran?? Walau pun becanda tapi yang diomongin lebih nyebelin daripada omongannya si Bahtiar. (bukannya dia lagi tidur?)

Mamad

Lanjut pada si Mamad. Ini yang paling menyebalkan. Sejak awal kelompok 246 berkumpul, dia lah yang belum pernah kelihatan. Walau pun kita ada kumpulan, entah itu diskusi atau pun survey, bahkan hingga kita udah mulai PM masih belum bertemu ama si Mamad. Udah dihubungi, tapi kehadirannya masih dipertanyakan.

2 hari berlalu di tempat PM. Kami semakin kesal ama orang yang belum pernah kita temui ini. Mulai lah kami membayang-bayangkan bagaimana bentuk dan rupa si Mamad. 

Kehadirannya tak bisa ku bayangkan. Mungkin bakalan ngerepotin, malas-malasan, tiduran mulu, atau gak ikut sekalian. Eeeitts... Gak brow. Semua beda dengan yang ku angan. Justru dengan kehadirannya, banyak membantu, khususnya dalam hal desain. Dia lah sang desainer. Diri ku pun banyak belajar dari dia, seputar desain.

Ini lagi bersih-bersih masjid


Mungkin untuk selingan saja. PM kami sedikit beda dengan kampus lain. PM kami tuh Posdaya Berbasis Masjid. Bukan berbasis web, bukan berbasis java atau pun berbasis Android,,, tapi berbasis Masjid. Sebisa mungkin kami memberdayakan keluarga tapi tetap dengan dipusatkan di masjid sebagai pusat peradaban dunia. #Semoga aja sesuai ama harapan

Sarapan dan Wedang Teh 

Ini lah yang paling ku ingat. Gimana gak. Tiap pagi sudah dimasakin makanan ama seceret wedah teh. Nikmat. Mbak-mbak yang masakin baik banget, mana udah enak gak bawel lagi. Walau pun kalau kepepet masaknya ya Mie instan. #kok kepepetnya tiap hari


Gak juga. Pas sibuk-sibuknya kita dengan agenda, sampai gak ada waktu untuk masak, akhirnya kalau masak Mie instan,, atau kalau gak itu ya gak masak.

Hal yang masih misteri adalah,, ku gak tahu siapa yang masak makanan tiap pagi ini. Tiba-tiba kalau udah masak aja di siapkan di tengah-tengah ruang tamu. Ya bukan misteri sih, itu karena yang masak di dalem baseCamp, nah ku gak tahu siapa yang masak.

Sambelnya Nurur

Berikutnya ketika makan terasa berbeda sambal yang kita makan. Akhirnya ku bertanya siapa yang masak. Mereka menjawab mbak Nurur lah yang masakin sambel istimewa ini. Gak seperti sambel sebelum-sebelumnya.

Ketawanya Mahendra

Gila ni bocah. Walau pun berbadan mungil, tapi kalau ketawa gede, lantang lagi lucu. Jadi ketika ada lelucon pasti sekelompok pada ketawa, bukan pada Joke yang dilempar tapi ketawanya si Mahendra ini lucu banget. Gimana gak keinget terus.

Pembulian Atul

Berikutnya si Atul atau temen-temen biasa nyebutnya ustadzah, ya karena dia menjadi santriwati di pesantren Tahfidz. oke. Hal yang sulit dilupakan adalah ketika membully ustadzah ini. Sekelompok pada kompak untuk mengolok kalau ada yang lagi kesemsem sama penduduk asli sini.

Sepertinya ada listrik yang mengalir selama pengabdian antara ustadzah Atul dengan mas-mas pribumi Kedungkandang. Wajah santai lagi enjoy terlihat di wajahnya. Tanpa ada sanggahan atau pun itu.

Keep Silent Ningsih

Ini dia. Mbak Ningsih. Bukan karena dia banyak ngomong, tapi justru karena dia selalu diam tak berbicara sepatah kata pun. Mungkin hanya ketika si Mahendra ketawa dia ikutan ketawa. Dia mulai bicara pas ngajari anak-anak belajar di basecamp. Ku berpikit mungkin dia akan bicara ketika kakinya kejepit pintu. hehehe..

Hikmah

Selanjutnya pertikaian antara mbak Hikmah dan mas Bahtiar. Perkelahian antar mulut selalu tak terhindarkan antara mereka berdua. Entah itu hal besar mau pun hal sepele yang tak penting sama sekali. Perbincangan penting kami sekelompok kadang tak karuan haluan dengan pertikaian lucu mereka.

Maknun

Mahasiswi asal Madiun (KW super) ini membuat ku heran. Bahasa jawa sulit, bahasa krama apa lagi. Setiap kali kami melakukan pemetaan bersama dia, pasti ditanya ama warganya "Aslinya mana?"
Ku jawab "asli Madiun."
"Trus mbaknya??"
Maknun jawab "Madiun juga bu.." sambil cengar-cengir kayak orang streesss.
Ibuknya tanya lagi "Oh, berarti ini asli Madiun semua??"

Gila, yang ditanya cuma dua orang. Setiap kali ke rumah warga (padahal itu rame-rame loh) pasti ditanya begituan trus mengira kami orang Madiun semua. Padahal masih ada yang lain, kami ber sebelas. Entah kenapa urutan mereka bertanya pasi dimulai dari ku terus si Maknun. Kenapa gak ke si Rahman orang Kediri dulu??

Fitria

Ku kurang tahu sepak terjang yang satu ini. Tapi dia adalah bu Bendahara, yang megang semua kas keuangan kami.

Kecamatan Kedungkandang
Dari semua letak PM kami mendapat keberuntungan di daerah perkotaan. Ini satu-satunya tempat PM kecamatan yang ada di kota. Kelompok lain ada di kabupaten yang daerahnya tergolong desa, desa yang benar-benar minus jangkauan kota terutama sinyal. Jadi gak perlu khawatir kehabisan pulsa. hehehe.

Entah keberuntungan atau kesialan, rasa syukur harus kita tingkatkan. Hal yang anehnya lagi, ini adalah daerah persis dimana ayah ku kecil dan dilahirkan. Banyak saudara ku ada di Kedungkandang. Selagi mencuri-curi waktu ku sempatkan untuk singgah ke sanak saudara.

Laptopan

Ini dia yang bakalan ngangenin. Gak ada batasan penggunaan Laptop. Bisa belajar sepuasnya tanpa batasan. Beda lagi kayak gini. -_- Sekarang udah kembali lagi ke masa dimana penggunaan laptop sangat terikat.

Ketua Posdaya

Ini dia yang bakalan menjadi cerita tersendiri. Beliau lah yang sejak awal membantu kami, baik itu yang mencarikan tempat tinggal kami, membantu pemetaan, konsultasi dan sebagainya. Selain ketua posdaya beliau juga sebagai Takmir masjid dan pengurus DMI (Dewan Masjid Indonesia).

Hal yang tak akan kita lupakan adalah ketika kita udah mau pamitan, eh peta yang kita buat ditolak. Akhirnya mau gak mau kita bakalan bolak-balik ke Kedungkandang.

Sebenarnya ini keteledoran ku sih. Seharusnya peta udah ku cetak jadi benner, lalu kita serahkan ke beliau. Tapi saking sibuknya, ku sendiri lupa mau nyetak petanya. Akhirnya yang kita berikan adalah yang lama. Alhasil, kami suruh buat ulang.

Udah ada nih data, tinggal cetak, tapi mendingan kita cek lagi mungkin ada kesalahan atau apalah. Kita konsulkan juga ke beliau. Mungkin ada pembenahan sebelum ku cetak.



Kelompok lain bingung Laporan PM, kelompok ku bingung pemetaan

Sebenarnya diri ku sangat kesal, gimana nggak. Lha wong kita dah mau balik dari tempat PM, eh kita nya suruh ngerevisi total peta yang kami bikin. Harus presentasi segala pula. Hal ini yang tak satu pun dialamai temen-temen kami di kelompok lain, bahkan yang sekecamatan.

Oke. Walau pun kesal, sebenarnya dalam hati ku sangat senang dengan keputusan beliau meminta kami untuk merevisi ulang, suruh buat presentasi, sampai nilai kami tak akan diberikan sebelum ini selesai. Ya,, ku senang sekali. Karena masih ada kesempatan untuk ku menyuruh temen-temen kumpul, bertemu mereka lagi, ngebully Atul, ndengerin ketawanya Mahendra dan lain deh pokoknya termasuk seringnya kami untuk kembali ke tempat PM yang padahal  seharusnya dah gak kesini lagi. Kecuali dimasakin sarapan atau wedang teh, itu yang gak ada lagi.

Yah, cuman itu aja sih. Ku masih bisa untuk melihat mereka di saat terakhir untuk menjadi Tim sebelum kami kembali ke aktivitas masing-masing. Efek sampingnya, pulsa gue sering cepet habis. Kontak mereka yang kebanyak gak seoperator. Hedeh.